Friday, June 21, 2013

Biaya Produksi



 
PENGERTIAN PRODUKSI

Pengertian produksi
            Setiap hari manusia selalu menggunakan barang untuk memenuhi kebutuhan. Barang-barang tersebut tidak akan tersedia apabila tidak ada yang menghasilkan. Contoh: Di daerah pedesaan para petani mengolah sawah atau ladangnya untuk menghasilkan barang-barang hasil pertanian seperti padi, keledai, tebu.
Contoh kegiatan di atas disebut Produksi. Jadi, produksi adalah kegiatan menghasilkan barang atau jasa. 

Pengertian produksi menurut ilmu ekonomi
            Menurut ilmu ekonomi. produksi tidak terbatas pada kegiatan menghasilkan barang atau jasa, tetapi juga kegiatan sifatnya menambah nilai atau kegunaan barang yang sudah ada menjadi lebih tinggi nilainya. Perhatikan contoh berikut:
  • a.Tukang kayu yang mengecat kursi hasil karyanya.
  • b. Pedagang yang membeli sepeda bekas lalu ia bersihkan, perbaiki, dan dicat kembali lalu dijual
Berdasarkan uraian di atas, produksi menurut ilmu ekonomi adalah setiap kegiatan dilakukan manusia untuk menghasilkan nilai kegunaan barang/jasa.

TUJUAN PRODUKSI

Tujuan kegiatan produksi, antara lain:
a.         Menghasilkan/menciptakan suatu barang.
b.         Menambah serta meningkatkan nilai guna barang yang sudah ada.
c.         Memenuhi kebutuhan manusia.
d.         Memperoleh tambahan penghasil untuk mendapatkan alat pemuas lainya.



JENIS-JENIS USAHA YANG MEMERLUKAN PRODUKSI


a.  Usaha ekstraktif
Yaitu usaha yang dilakukan dengan cara mengambil langsung sumber daya alam tanpa mengubah wujud barang produksi tersebut.

b. Usaha jasa
Merupakan merupakan kegiatan produksi alat pemenuhan kebutuhan berupa jasa tertentu, seperti, salon kecantikan, asuransi, penginapan, dan aneka produk jasa lain

c. Usaha Agraris
adalah usaha yang bergerak dengan cara mengelola tanah dan hewan untuk menghasilkan alat pemenuh kebutuhan manusia contohnya perkebunan.



            Biaya Produksi merupakan semua beban yang harus dikeluarkan oleh produsen untuk dapat menghasilkan suatu barang / produksi. Dalam Teori ini, dikenal berbagai macam biaya dan dibedakan menurut jangka waktunya yakni jangka pendek dan jangka panjang.
Dalam teori jangka pendek maupun jangka panjang dikenal istilah biaya tetap dan biaya variable.
             Biaya tetap ialah Biaya yang besarnya tidak tergantung pada hasil Produksi, artinya biaya tetap dikeluarkan dengan jumlah sama walaupun hasil produksi mengalami penurunan.
Sedangkan Biaya Variabel ialah Biaya yang besarnya berubah-ubah mengikuti tingkat produksi, artinya biaya ini akan semakin banyak dikeluarkan apabila produksi yang dihasilkan semakin meningkat.
             Pada Teori biaya Produksi Periode Jangka Panjang semua biaya bersifat Variabel (berubah-ubah). Sedangkan pada periode Jangka Pendek biaya bersifat tetap ( tidak berubah). Namun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa biaya tetap pada periode jangka pendek juga akan mengalami perubahan. Tentu hal ini dikarenakan Faktor–faktor tertentu yang harus menambah biaya tersebut. Misalkan dalam suatu usaha perkembangan dari usaha tersebut sangat maju dan oleh karena itu diperlukan tambahan peralatan untuk menunjang hasil produksi tersebut. Maka tambahan biaya tetap dalam jangka waktu tersebut memang harus dikeluarkan.



Pasar Persaingan Sempurna

           Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi(optimal) efesiensinya.
         Walaupun pasar sempurna tidak terwujud murni di dalam prakteknya, namun yang sangat penting adalah untuk mempelajari tentang corak kegiatan perusahaan dalam persaingan sempurna. Pengetahuan mengenai keadaan persaingan sempurna dapat dijadikan landasan di dalam membuat perbandingan dengan ketiga jenis struktur pasar lainnya.

CIRI-CIRI PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
         Pasar persaingan sempurna merupakan struktur pasar atau industry dimana terdapat banyak penjual dan pembeli dan setiap penjual ataupun pembeli adalah tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar. Adapun cirri-ciri pasar sempurna adalah sebagai berikut:
  1. Perusahaan adalah pengambil harga (tidak dapat mempengaruhi harga pasar).
  2. Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk sebuah industri.
  3. Menghasilkan barang serupa.
  4. Terdapat banyak perusahaan di pasar.
  5. Pembeli mempunyai pengetahuan sempurna mengenai pasar.

PERMINTAAN DAN HASIL JUALAN
          Di dalam menganalisis usaha suatu perusahaan untuk memaksimumkan keuntungan, ada dua hal yang harus diperhatikan:
  • Biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan
  • Hasil penjualan dari barang yang dihasilkan perusahaan itu.
       Sifat biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah bersamaan,walau dalam struktur pasar manapun ia digolongkan. Akan tetapi sifat hasil penjualan adalah berbeda di antara pasar persaingan sempurna dengan struktur pasar lainnya. Perbedaan ini disebabkan karena ditinjau dari sudut seorang produsen, bentuk permintaan yang dihadapi oleh seorang produsen di pasar persaingan sempurna berbeda sifatnya dengan yang dihadapi seorang produsen di pasar lainnya.

PERMINTAAN PASAR DAN PERUSAHAAN
     Perusahaan adalah sebagai pengambil harga, yaitu sebuah perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk menentukan harga. Interaksi seluruh produsen dan seluruh pembeli di pasar yang akan menentukan harga pasar dan seorang produsen hanya menerima saja harga yang sudah ditentukan tersebut. Hal ini menunjukkan seberapa banyak pun barang yang diproduksikan dan dijual oleh produsen, ia tidak dapat mengubah harga yang telah ditentukan pasar, karena jumlah yang diproduksikan hanya sebagian kecil saja dari jumlah yang diperjualbelikan di pasar.


Sumber: http://www.manajemenperusahaan.com/pasar-persaingan-sempurna/

Pasar Oligopoli



PASAR OLIGOPOLI

           Pasar oligopoly adalah pasar yang didalamnya terdapat beberapa penjual terhadap 1 komoditi sehingga tindakan 1 penjual akan mempengaruhi tindakan penjual lainnya. Jika produknya homogen disebut oligopoli murni (pure oligopoly). Jika produknya berbeda corak disebut oligopoli beda corak (differentiated oligopoly).
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi,  pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
           Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada. Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.

Ciri-ciri pasar oligopoli:

  • Terdapat banyak penjual/ produsen ya ng menguasai pasar
  • Barang yang dijual dapat berupa brang homogen atau berbeda corak
  • Terdapat halangan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk kedalam pasar. Satu diantara para oligopolis merupakan market leader yaitu penjual yang mempunyai pangsa pasar terbesar.


Macam-macam oligopoli:

  • Oligopoli murni yang ditandai beberapa perusahaan yang menjual produk homogen.
  • Oligopoli dengan perbedaan yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk yang dapat dibedakan.
Dampak negatif oligopi terhadap perekonomian:
  • Keuntungan yang yang terlalu besar bagi produsen dalam jangka panjang
  • Timbul inifisiensi produksi
  • Eksploitasi terhadap konsumen dan karyawan perusahaan
  • Harga tinggi yang relatif stabil (sulit turun) menunjang inflasi yang kronis
  • Kebijakan pemerintah dalam mengatasi oligopoli
  • Pemerintah mempermudah masuknya perusahaan baru untuk masuk kepasar untuk menciptakan persaingan
  • Diberlakukannya undang-undang anti kerja sama antar produsen


Penyebab terbentuknya pasar oligopoly :

           Efisiensi skala besar di dalam efisiensi teknis (teknologi) dan efisiensi ekonomi (biaya produksi). Profit hanya bisa tercipta apabila perusahaan mampu mencapai tingkat efisiensi. Efisiensi teknis menyangkut pada penggunaan teknologi dalam proses produksi. Kemampuan produsen dalam menempatkan sumber daya secara optimal. Efisiensi ekonomi menyangkut pada biaya produksi. Bagaimana mengatur biaya pada komposisi yang tepat sehingga harga yang dipasarkan merupakan harga yang bisa diterima pasar dan produsen. Kompleksitas manajemen (tingkat kerumitan). Tingkat kerumitan dalam manajemen pengelolaan di suatu perusahaan.


Sumber : http://www.slideshare.net/efvolutionzunior/pasar-oligopoli-11575650

Pasar Monopoli

Pengertian Pasar Monopoli

Pasar Monopoli
        Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu produsen yang menguasai pasar. Dengan kata lain satu penjual menguasai segala jenis penawaran. Seseorang yang menguasai pasar monopoli disebut Monopolis.
Ciri-ciri dari pasar monopoli yaitu:
  1. Hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran
  2. Tidak ada barang subtitusi/pengganti yang mirip
  3. Produsen mutlak menetukan harga
  4. Tidak ada pengusaha lain yang memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berapa keunggulan perusahaan.

Kelebihan Pasar Monopoli:
  1. Keuntungan penjual cukup tinggi
  2. Untuk produk yang menguasai hajat hidup orang biasanya diatur pemerintah.

Kelemahan Pasar Monopoli:
  1. Pembeli tidak ada pilihan lain untuk membeli barang
  2. Keuntungan hanya terpusat pada satu perusahaan
  3. Terjadi eksploitasi pembeli.
Dampak negative adanya monopoli:
  • Timbulnya ketidakstabilan harga
  • Kecilnya volume produksi menimbulkan adanya biaya sosial yaitu biaya yang ditanggung oleh masyarakat
  • Adanya unsur ketidakadilan sebab monopolis akan menekan biaya produksi serendah-rendahnya pada pasar faktor produksi dan dengan harga tinggi di pasar barang
  • Kepentingan umum banyak diabaikan, sebab orientasi usahanya hanya didasarkan atas untung rugi saja.
Monopoli bisa timbul karena adanya beberapa hal, yaitu:
1. Faktor alam
        Keadaan alam dapat menimbulkan monopoli bagi suatu daerah. Misalnya, kesuburan tanah dan iklim yang cocok dengan jenis tanaman tertentu menyebabkan suatu daerah memonopoli hasil produksi pertanian tertentu, seperti tembakau di daerah Kedu, Deli; bawang merah di Brebes, dan lain-lain.

2. Peraturan pemerintah
        Misalnya, hak paten untuk melindungi suatu penemuan baru agar perusahaan pemilik tidak dirugikan oleh pihak lain yang menghasilkan produk tiruan dengan harga yang jauh lebih murah. Hak paten memiliki batas waktu dan dapat diwariskan. Bagi penciptanya, diperbolehkan untuk memberi ijin atau lisensi kepada pihak lain untuk mencipta dan menjual produk yang sama.

3. Monopoli alamiah
       Kemajuan teknologi yang semakin canggih akan mengakibatkan perusahaan mampu menekan pengeluaran, sehingga perusahaan dapat lebih efisien dan berkembang karena laba yang diperoleh semakin besar. Apabila perusahaan mampu memperluas produksi dan memasarkannya dengan harga yang terjangkau konsumen dengan kualitas yang memuaskan, hasil produksinya akan mendapat kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, hasil produksinya akan menguasai pasar dan perusahaan mampu menentukan harga di pasar. Perusahaan yang baru timbul biasanya sulit bersaing dengan perusahaan yang telah berkembang dan memegang monopoli tersebut.

Adanya monopoli dalam perekonomian akan menimbulkan beberapa akibat, diantaranya sebagai berikut.
  1. Terbatasnya volume produksi, karena dengan monopoli suatu perusahaan akan berkuasa menentukan besar kecilnya produksi yang dihasilkan untuk memperoleh keuntungan setinggi-tingginya
  2. Terjadi ketidakadilan antara perusahaan yang memegang monopoli dengan perusahaan yang tidak memegang monopoli
  3. Timbulnya eksploitasi dari pemegang monopoli terhadap dua pihak berikut:
  • Pemilik faktor produksi, yaitu dengan membayar mereka dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar
  • Konsumen, yaitu ditetapkannya harga oleh pemegang monopoli atas harga pasar untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya
Dibawah ini ada beberapa cara pencegahan yang umum dipraktikkan untuk mengatasi efek negatif yang ditimbulkan oleh monopoli, diantaranya:
  1. Penarikan pajak
  2. Pengendalian harga
  3. Pemilikan pemerintah untuk barang-barang vital atau yang menguasai hajat hidup orang banyak
  4. Regulasi dengan membuat undang-undang anti monopoli
  5. Pendirian perusahaan oleh pemerintah


Sumber: http://tyuzeka.blogspot.com/2013/04/pasar-monopoli_4.html

Sunday, March 31, 2013

Teori Organisasi Umum - Penetuan Harga Permintaan dan Penawaran, Perilaku Konsumen dan Produsen, serta Gaya Kepemimpinan

Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran

Seperti yang kita semua ketahui bahwa di dalam dunia perbisnisan pasti ada yang namanya permintaan dan penawaran antara penjual dan pembeli, hal tersebut bisa dikatakan bukan hal yang aneh lagi di dalam dunia tersebut. Untuk mengetahui lebih dalamnya saya akan menjelaskan pengertian dan segala aspek di dalamnya.

      A.   Pengertian Permintaan

Permintaan adalah kemauan kepada barang yang akan kita beli pada tingkat harga tertentu dalam waktu tertentu juga. Di dalam teori permintaan yaitu adanya analisis dalam ilmu ekonomi yang tentunya menerangkan tentang faktor-faktor yang menemukan permintaan.
Contoh : Permintaan adalah di Pasar Senen yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.
Hukum Permintaan: bunyi hukum permintaan mengatakan “Apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan.” Itu memiliki arti jika harga naik secara otomatis pelanggan akan mulai berpindah memilih barang yang lebih murah, begitu sebaliknya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan:
  •        Selera
  •        Pendapatan Konsumen
  •        Harga Barang/Jasa Pengganti
  •        Harga Barang/Jasa Pelengkap
  •        Perkiraan Harga di Masa Dating
  •        Intensitas Kebutuhan Konsumen  

      B.  Pengertian Penawaran

Penawaran adalah sebuah harga dimana yang di tawarkan pada tingkatan harga tertentu dan waktu tertentu.
Contoh: Seorang pembeli sedang berbelanja di sebuah pasar dan sedang membeli sebuah barang, pembeli melakukan penawaran harga kepada si penjual di waktu itu tersebut sehingga mendapatkan harga yang sesuai di antara keduanya.
Hukum Penawaran: bunyi hukum penawaran mengatakan “Apabila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang di tawarkan akan naik, dan apabila tingkat harga turun maka jumlah yang di tawarkan turun” yang artinya di hukum penawaran memiliki sifat searah antara jumlah barang yang di tawarkan dengan tingkat harga.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran:
  •      Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
  •      Tujuan perusahaan
  •      Pajak
  •      Ketersediaan barang pengganti/pelengkap
  •      Prediksi/perkiraan harga di masa depan

Perilaku Komsumen

Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk mengambil keputusan pembelian. Misalkan di dalam melakukan keputusan terhadap harga barang yang murah maka proses keputusan itu akan mudah, sedangkan barang yang tingkatan harganya mahal, maka akan sulit menentukan keputusan karena harus dengan pertimbangan yang matang
Ada 2 Perilaku konsumen secara umum:
- Perilaku Konsumen yang Rasional:

  • Konsumen memilih barangnya sendiri sesuai dengan kebutuhannya sendiri
  • Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin
  • Konsumen memilih barang yang harganya sesuai kemampuan konsumen tersebut
- Perilaku Konsumen yang Irrasional:
  • Konsumen yang sangat tertarik terhadap iklan dan promo
  • Konsumen memiliki barang yang bermerek atau mempunyai branded
  • Konsumen yang memilih barang tidak sesuai kebutuhan hanya karena gengsi

Perilaku Produsen

Perilaku produsen adalah sikap yang dilakukan oleh produsen untuk menjalankan suatu hasil  produksi dan produksi mempunyai tujuan yaitu untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam usahanya.
Faktor-faktor dalam Preilaku Produsen:
  • Perencanaan
  • Pengorganisasian
  • Pengarahan
  • Pengendalian


Gaya Kpemimpinan

Kepemimpinan adalah suatu sikap yang mempunyai dominasi tinggi terhadap segala aspek di dalamnya, yang artinya sikap yang mampu memimpin dan memutuskan setiap permasalahan.
Macam-macam gaya kepemimpinan:

  • Gaya Kepemimpinan Otoriter 
Adalah gaya kepemimpinan yang keputusannya di pegang penuh oleh dirinya sendiri.

  • Gaya Kepemimpinan Demikratis
Adalah gaya kepemimpinan yang membuka atau memberi wewenang kepada bawahannya untuk seriap pengambilan keputusan, dan gaya kepemimpinan ini sangat mementingkan kerjasama tim.

  • Gaya Kepemimpinan Bebas
Gaya kepemimpinan ini yang sangat di tujukan kepada para bawahannya untuk mengambil keputusan, sedangkan atasan hanya mengikutinya atau terlibat dalamkuantitas yang kecil.





Referensi:


http://felixdeny.wordpress.com/2012/01/07/definisi-kepemimpinan-dan-macam-macam-gaya-kepemimpinan/

Thursday, January 3, 2013

TUGAS 3

1. PENGERTIAN KOMUNIKASI

            Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi kepada individu lain dengan tujuan untuk memberi pemahaman tentang segala hal kepada individual lain. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which channel? to whom? with what effect?)- (Lasswell 1960).


PENGERTIAN KOMUNIKASI MENURUT BERBAGAI AHLI



Raymond Ross

Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.


Gerald R. Miller
Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk memengaruhi perilaku mereka.


Everett M. Rogers
Komunikasi adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.


  • KOMUNIKASI INFORMAL
Pengertian komunikasi informal adalah komunikasi antara orang yang ada dalam suatu organisasi, akan tetapi tidak direncanakan atau tidak ditentukan dalam struktur organisasi. Fungsi komunikasi informal adalah untuk memelihara hubungan sosial persahabatan kelompok informal, penyebaran informasi yang bersifat pribadi dan privat seperti isu, gossip, atau rumor. Tentang komunikasi informal sebaiknya tidak dilakukan berdasarkan informasi yang masih belum jelas dan tidak akurat, carilah sumber informasi yang dapat dipercaya, selalu gunakan akal sehat dan bertindak berdasarkan pikiran yang positif.



  • JARINGAN KOMUNIKASI
Jaringan komunikasi adalah saluran yang digunakan untuk meneruskan pesan dari satu orng ke orang lain. Jaringan ini dapat dilihat dari dua perspektif. Pertama, kelompok kecil sesuai dengan sumberdaya yang dimilikinya akan mengembangkan pola komunikasi yang menggabungkan beberapa struktur jarngan komunikasi. Jaringan komunikasi ini kemudian merupakan sistim komunikasi umum yang akan digunakan oleh kelompok dalam mengirimkan pesan dari satu orang keorang lainnya. Kedua, jaringan komunikasi ini bias dipandang sebagai struktur yang diformalkan yang diciptakan oleh organisasi sebagai sarana komunikasi organisasi.

2. PENGERTIAN, JENIS DAN TIPE PENGAWASAN

         Pengawasan bisa didefinisikan sebagai suatu usaha sistematis oleh manajemen bisnis untuk membandingkan kinerja standar, rencana, atau tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu untuk menentukan apakah kinerja sejalan dengan standar tersebut dan untuk mengambil tindakan penyembuhan yang diperlukan untuk melihat bahwa sumber daya manusia digunakan dengan seefektif dan seefisien mungkin didalam mencapai tujuan.


  • TIPE-TIPE PENGAWASAN
Donnelly, et al. (dalam Zuhad, 1996:302) mengelompokkan pengawasan menjadi 3 Tipe pengawasan yaitu :

1. Pengawasan Pendahuluan (preliminary control).
Pengawasan yang terjadi sebelum kerja dilakukan. Pengawasan Pendahuluan menghilangkan penyimpangan penting pada kerja yang diinginkan yang dihasilkan sebelum penyimpangan tersebut terjadi. Pengawasan Pendahuluan mencakup semua upaya manajerial guna memperbesar kemungkinan bahwa hasil-hasil aktual akan berdekatan hasilnya dibandingkan dengan hasil-hasil yang direncanakan.
Memusatkan perhatian pada masalah mencegah timbulnya deviasi-deviasi pada kualitas serta kuantitas sumber-sumber daya yang digunakan pada organisasi-organisasi. Sumber-sumber daya ini harus memenuhi syarat-syarat pekerjaan yang ditetapkan oleh struktur organisasi yang bersangkutan.

2. Pengawasan pada saat kerja berlangsung (cocurrent control)

Pengawasan yang terjadi ketika pekerjaan dilaksanakan. Memonitor pekerjaan yang berlangsung guna memastikan bahwa sasaran-sasaran telah dicapai. Concurrent control terutama terdiri dari tindakan-tindakan para supervisor yang mengarahkan pekerjaan para bawahan mereka.
Direction berhubungan dengan tindakan-tindakan para manajer sewaktu mereka berupaya untuk:
• Mengajarkan para bawahan mereka bagaimana cara penerapan metode¬-metode serta prosedur-prsedur yang tepat.
• Mengawasi pekerjaan mereka agar pekerjaan dilaksanakan sebagaimana mestinya.


3. Pengawasan Feed Back (feed back control)

Pengawasan Feed Back yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang telah dilaksakan, guna mengukur penyimpangan yang mungkin terjadi atau tidak sesuai dengan standar.
Pengawasan yang dipusatkan pada kinerja organisasional dimasa lalu. Tindakan korektif ditujukan ke arah proses pembelian sumber daya atau operasi-operasi aktual. Sifat kas dari metode-metode pengawasan feed back (umpan balik) adalah bahwa dipusatkan perhatian pada hasil-hasil historikal, sebagai landasan untuk mengoreksi tindakan-tindakan masa mendatang.
Adapun sejumlah metode pengawasan feed back yang banyak dilakukan oleh dunia bisnis yaitu:
• Analysis Laporan Keuangan (Financial Statement Analysis)
• Analisis Biaya Standar (Standard Cost Analysis)
• Pengawasan Kualitas (Quality Control)
• Evaluasi Hasil Pekerjaan Pekerja (Employee Performance Evaluation)


3. PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

             Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar. Para manajer dan staf ahli harus bekerja dengan dan melalui orang-orang untuk melaksanakan tugas-tugas mereka dan PO dapat membantu mereka membentuk hubungan yang efektif di antara mereka. Di dalam menghadapi akselerasi perubahan yang semakin cepat, PO diperlukan untuk bisa mengatasi konsekuensi-konsekuensi dari perubahan tersebut.


  • SIFAT-SIFAT DASAR DI PENGEMBANGAN ORGANISASI
1. PO merupakan suatu strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, perubahan yang dimaksud harus mempunyai sasaran yang jelas dan didasarkan pada suatu diagnosis yang tepat mengenai permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.
2. PO harus berupa kolaborasi antara berbagai pihak yang akan mengalami dampak perubahan yang akan terjadi, keterlibatan dan partisipasi para anggota organisasi harus mendapat perhatian.
3. Program PO menekankan cara-cara baru yang diperlukan guna meningkatkan kinerja seluruh anggota organisasi
4. PO mengandung nilai-nilai humanistic dalam arti bahwa dalam meningkatkan efektifitas organisasi, potensi manusia harus menjadi bagian yang penting
5. PO menggunakan pendekatan kesisteman yang berarti selalu memperhitungkan pentingnya inter relasi, interaksi dan inter dependensi
6. PO menggunakan pendekatan ilmiah untuk mencapai efektivitas organisasi


http://idadwiw.wordpress.com/2011/12/18/pengertian-komunikasi/
http://id.shvoong.com/how-to/careers/2198703-pengertian-komunikasi-formal-informal-dan/
http://cyberworksite.com/pengertian-jaringan-komunikasi/
http://adaapaberita.blogspot.com/2013/01/pengertian-jenis-dan-tipe-pengawasan.html
http://adaapaberita.blogspot.com/2013/01/perkembangan-organisasi_3441.html