Monday, October 7, 2013

RAGAM BAHASA

PERTINGNYA BERBAHASA YANG BAIK DAN BENAR DALAM DUNIA SISTEM INFORMASI


"Kenapa kita harus berbahasa yang baik dan benar?" mungkin masih banyak pertanyaan seperti itu ya? Sekarang saya akan menjelaskannya.

Ragam Bahasa


              Ragam bahasa adalah variasi bahasa atau tuntutan pemakaian yang berbeda-beda menurut tempat, topik, penutur, sarana/ medium pembicaraan, dan sebagainya. Variasi atau ragam bahasa itu sendiri ada yang berupa dialek, aksen, laras dan gaya yang khas.

Di negara kita Indonesia sendiri banyak sekali ragam bahasa yang dipergunakan, karena di Indonesia terdapat banyak pulau dan suku yang berbeda, dan dari percakapan antar warganya pun berbeda. Walaupun seperti itu adanya, kita harus mahir bahasa persatuan kita sendiri yaitu bahasa Indonesia.
            
             Bahasa Indonesia perlu dipelajari oleh semua lapisan masyarakat di Indonesia, terutama kita sebagai seseorang yang beradadi dunia sistem informasi. Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajeme. Dalam arti yang luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis, oleh karena itu ragam bahasa diperlukan baik berinteraksi dengan teknologi seperti komputer karena kita dituntut untuk menyedia informasi dan mengolah data-data dari informasi yang kita miliki untuk disampaikan dengan baik dan mudah dipahami agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam penalaran dalam setiap istilah, karena Alter berpendapat sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan.

Ragam Bahasa di bagi menjadi dua, yaitu:
  • Ragam Lisan
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide. Contoh ragam lisan antara lain meliputi:

Ragam bahasa cakapan

Ragam bahasa pidato

Ragam bahasa kuliah

Ragam bahasa panggung

Ciri-ciri ragam bahasa lisan :

a.    Memerlukan kehadiran orang lain

b.    Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap

c.    Terikat ruang dan waktu

d.    Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara

  •  Ragam Tulisan
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide. Contoh ragam lisan antara lain meliputi:
Ragam bahasa teknis
Ragam bahasa undang-undang
Ragam bahasa catatan
Ragam bahasa surat
Ciri-ciri ragam bahasa tulis :
a.    Tidak memerlukan kehaduran orang lain.
b.    Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap.
c.    Tidak terikat ruang dan waktu
d.    Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan

 

Sumber:
http://imamsetiyantoro.wordpress.com/tag/macam-macam-ragam-bahasa/ 
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Informasi_Dunia


Sunday, September 29, 2013

ESAI


  • Pengertian ESAI

 

            Esai sastra adalah karangan prosa yang mengupas secara sepintas namun akurat, padat, dan berisi mengenai masalah kesusastraan, seni, dan budaya dari sudut pandang penulisnya secara subjektif. Esai dapat bersifat informal dan formal, esai informal mempergunakan bahasa percakapan dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai formal pendekatan bahasanya yang serius.



  • Tipe-tipe Esai


·         Esai Deskriptif
Esai deskriptif biasanya bertujuan menciptakan kesan tentang seseorang, tempat, atau benda. Bentuk esai ini mencakup rincian nyata untuk membawa pembaca pada visualisasi dari sebuah subyek. Rincian pendukung disajikan dalam urutan tertentu (kiri ke kanan, atas ke bawah, dekat ke jauh, arah jarum jam, dll). Pola pergerakan ini mencerminkan urutan rincian yang dirasakan melalui penginderaan

·         Esai ekspositori

Menjelaskan subyek ke pembaca. Biasanya dilengkapi dengan penjelasan tentang proses, membandingkan dua hal, identifikasi hubungan sebab-akibat, menjelaskan dengan contoh, membagi dan mengklasifikasikan, atau mendefinisikan. Urutan penjelasannya sangat bervariasi, tergantung dari tipe esai ekspositori yang dibuat. Esai proses akan menyajikan urutan yang bersifat kronologis (berdasarkan waktu)

·         Esai naratif

Menggambarkan suatu ide dengan cara bertutur. Kejadian yang diceritakan biasanya disajikan sesuai urutan waktu. Esai persuasif bersuaha mengubah perilaku pembaca atau memotivasi pembaca untuk ikut serta dalam suatu aksi/tindakan. Esai ini dapat menyatakan suatu emosi atau tampak emosional. Rincian pendukung biasanya disajikan berdasarkan urutan kepentingannya.

·         Esai dokumentatif

Memberikan informasi berdasarkan suatu penelitian di bawah suatu institusi atau otoritas tertentu. Esai ini mengikuti panduan dari MLA, APA, atau panduan Turabian.



  • Ciri-ciri Esai

  1. Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa.
  2. Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai.
  3. Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik adalah yang mempunyai pembawaan ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.
  4. Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang akan ditulis.
  5. Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.
  6. Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca.

  •   Contoh ESAI



Semangat sampai akhir

Semangat itu ngak cuma di awal tapi semangat itu sampai akhir. Semangat itu kadang timbul secara tiba-tiba dan kadang adanya motivasi yang menggebu-gebu untuk mencapai apa yang di inginkan.
Semua berawal dari masuk perkuliahan. Sekarang saya sedang duduk di bangku kuliah semester 5 di Universitas Gunadarma jurusan Sistem Informasi, saya masuk di awal tahun 2011. Seperti mahasiswa baru lainnya saya masih belum begitu paham dengan dunia perkuliahan itu seperti apa. Dunia perkuliahan itu sangat jauh berbeda dengan duia anak sekolah yang identik dengan mendengarkan guru berbicara di depan kelas, belajar di dalam kelas, dan pulang sehabis belajar. Tapi di dunia perkuliahan kita di ajarkan untuk mandiri dan di tuntut untuk menjadi pribadi yang mempunyai inisiatif.
Dalam berjalannya waktu saya pun mempunyai insiatif untuk bergabung dengan organisasi, karena menurut saya kalau kuliah tanpa ikut organisasi itu bagai makan sayur tanpa garam. Akhirnya saya bergabung dengan organisasi jurusan Sistem Informasi yang disebut HIMSI (Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi), disana saya bisa belajar banyak hal, karena di organisasi ini kita di ajarkan untuk menjadi seorang pemimpin. Manfaat yang saya rasakan sangatlah besar, saya bisa melatih percaya diri dan public speaking yang baik untuk berbicara di depan umum. Di dalam organisasi pun kita juga bisa diajarkan untuk me-manage waktu yang baik.
Di dunia perkuliahan kita tidak di tuntut untuk belajar di dalam kelas saja, belajar di luar pun bisa menjadi pelajaran yang berharga untuk diri kita sendiri yang bertujuan untuk membentuk siapa kita sebenarnya. Tuntutan orangtua pun sangatlah berat, yang mereka semua ingin kita mendapatkan nilai yang sempurna dan lulus tepat waktu. Semua itu tidak segampang kita membalikkan telapak tangan, di dalam perjalanan pastilah ada halangnannya, jika kita tetap fokus dengan apa yang kita kejar pasti akan mendapatkan jalan. Doa untuk orangtua dan orang yang terkasih pun tidak akan putus. Itulah cara saya untuk mencapai mimpi-mimpi saya yang terkadang berat untuk di jalani jika kita fokus dan semangat pastilah ada jalan untuk melaluinya, semangat sampai akhir!



Sumber :


http://www.pemustaka.com/pengertian-esai-dan-ciri-cirinya.html

http://penelusuranilmu.blogspot.com/2011/02/pengertian-esai-dan-contohnya.html 



 


Friday, June 21, 2013

Peran Komunikasi dalam Berorganisasi



  Pengertian Komunikasi

         

      Komunikasi berasal dari bahasa latin “communis” atau ‘common” dalam Bahasa Inggris yang berarti sama. Berkomunikasi berarti kita berusaha untuk mencapai kesamaan makna, “commonness”.  Komunikasi menjadi hal yang terpenting dalam terbentuknya sebuah organisasi, karena di dalam komunikasi terdapat interaksi antara satu individu dengan individu yang lainnya yang dimana hal tersebut akan membuat kinerja oraganisasi tersebut akan berjalan sesuai dengan program awal.
  Pengertian Organisasi

      Organisasi adalah sebuah alat dan wadah dari sebuah penyatuan pemikiran yang menampung segala aspirasi  dan mempunyai tujuan yang sama untuk mendapatkan sebuah hasil. Sebuah organisasi memang dibentuk sebagai wadah yang didalamnya berkumpul sejumlah orang yang menjalankan serangkaian aktivitas tertentu secara teratur guna tercapainya tujuan yang telah disepakati bersama. Terlebih dalam kehidupan masyarakat modern, manusia merasa bahwa selain mengatur dirinya sendiri, ia juga perlu mengatur lingkungannya, memelihara ketertiban, mengelola dan mengontrolnya lewat serangkaian aktifitas yang kita kenal dengan manajemen dan organisasi. William (1956) menyebutnya dengan istilah “TheOrganisation Man”.

 Peran Komunikasi dalam Organisasi
         Komunikasi sangat berperan di dalam kinerja organisasi yang dimana untuk membangun dan mengembangkan organisasinya itu sendir. Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005). Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual.

  Fungsi Komunikasi

          Dalam suatu organisasi baik yang berorientasi komersial maupun sosial, komunikasi dalam organisasi atau lembaga tersebut akan melibatkan empat fungsi, yaitu:

a)      Fungsi informatif
  Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi (information-processing system).  Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu organisasi.  Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi.  Sedangkan karyawan (bawahan) membutuhkan informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin cuti dan sebagainya.

b)      Fungsi Regulatif
           Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi.  Pada semua lembaga atau organisasi, ada dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif ini, yaitu:
 Atasan atau orang-orang yang berada dalam tataran manajemen yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan.  Disamping itu mereka juga mempunyai kewenangan untuk memberikan instruksi atau perintah, sehingga dalam struktur organisasi kemungkinan mereka ditempatkan pada lapis atas (position of authority) supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana semestinya.  Namun demikian, sikap bawahan untuk menjalankan perintah banyak bergantung pada:

  • Keabsahan pimpinan dalam penyampaikan perintah.
  • Kekuatan pimpinan dalam memberi sanksi.
  • Kepercayaan bawahan terhadap atasan sebagai seorang pemimpin sekaligus sebagai pribadi.
  • Tingkat kredibilitas pesan yang diterima bawahan.

 Berkaitan dengan pesan atau message.  Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja.  Artinya, bawahan membutuhkan kepastian peraturan-peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan.
c)      Fungsi Persuasif
Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan.  Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah.  Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.
d)     Fungsi Integratif
Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat dilaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik.  Ada dua saluran komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter, buletin) dan laporan kemajuan oraganisasi; juga saluran komunikasi informal seperti perbincangan antarpribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga ataupun kegiatan darmawisata.  Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.